Senin, 28 Agustus 2017

Penyebab Telinga Berdengung dan Cara Mengatasinya

Hampir seluruh orang pernah mengalami kejadian kuping berdenging, mulai dari rentang waktu yang singkat hingga waktu yang lama. Sebagian orang percaya, jika kamu mengalami kuping berdengung, maka itu merupakan suatu pertanda tertentu. Tergantung telinga mana yang berdengung.


Di dunia medis sendiri, telinga berdengung dikenal dengan istilah Tinnitus. Tinnitus merupakan salah kondisi medis yang menyebabkan telinga dapat mendengar suara seperti siulan, berdengung, berdenging, dan suara bising lainnya tanpa adanya sumber suara dari luar (suara berasal dari dalam telinga). 

Tinnitus bisa terjadi pada salah satu telinga atau bahkan keduanya. Dengungan pada telinga akan semakin terdengar jelas saat kamu berada pada ruangan yang sepi.

Telinga Berdengung
Telinga Berdengung - coalcreekpt.com

Jenis Tinnitus Telinga Berdengung

  1. Tinnitus subjektif : Suara dengungan pada tinnitus subjektif hanya dapat didengar oleh orang tersebut. Jenis ini disebabkan karena adanya permasalahan pada telinga bagian dalam, tengah, dan luar. Selain itu, gangguan saraf juga dapat menjadi salah satu penyebabnya. 
  2. Tinnitus objektif : Berbeda dengan tinnitus subjektif, suara dengungan juga dapat didengar oleh dokter yang sedang melakukan pemeriksaan. Tinnitus objektif termasuk jenis yang jarang ditemukan. Penyebab kondisi ini yaitu adanya permasalahan pada pembuluh darah, tulang telinga hingga kontraksi otot.


Penyebab Telinga Berdengung

Ada beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya tinnitus pada seseorang, mulai dari penyebab dengan kategori yang ringan, hingga penyebab dengan kategori berat atau karena adanya penyakit tertentu.

Penyebab tinnitus ringan
  1. Mendengar suara terlalu kencang. Biasanya telinga berdenging setelah kamu mendengar suara dengan desibel tinggi, contohnya seperti saat menonton konser musik. Akan tetapi biasanya suara berdengung karena penyebab ini tidak bertahan lama dan akan perlahan hilang setelah desibel suara yang kamu dengar kembali normal.
  2. Kurangnya konsumsi zat besi. Orang yang jarang mengkonsumsi makanan dengan kandungan zat besi, cenderung lebih sering mengalami telinga berdengung. Untuk itu cukupi kandungan zat besi pada tubuh kamu dengan mengkonsumsi makanan seperti sayuran hijau (bayam, kangkung, sawi), daging merah, kacang-kacangan, dan lain lain.
  3. Jarang membersihkan telinga. Membersihkan telinga secara rutin dapat membantu untuk mengurangi risiko telinga berdengung. Selain itu jika telinga kamu bersih dan tidak banyak kotoran, maka kamu juga akan mengurangi risiko hilangnya pendengaran dan mencegah terjadinya iritasi pada gendang telinga.
  4. Stress. Siapa sangka ternyata stress juga bisa menjadi faktor penyebab munculnya suara dari dalam telinga. Cobalah untuk melakukan beberapa aktivitas untuk menghindari stress yang berlebihan, seperti berolahraga ringan, liburan, dan lain-lain.
  5. Usia. Saat memasuki usia 50-60 tahun, kemampuan pendengaran manusia cenderung mulai menurun.
  6. Perubahan tekanan sekitar telinga. Pernahkah kamu saat sedang bangkit dari posisi duduk, tidur, atau pun hanya sekedar memutarkan kepala dan seketika telinga menjadi berdengung? Jika iya, hal itu disebabkan karena adanya perubahan tekanan pada bagian sekitar telinga, tepatnya pada saraf, otot atau pun pembuluh darah.
  7. Konsumsi obat. Ada beberapa jenis obat dengan efek samping yang bisa memicu telinga menjadi berdengung, seperti antibiotik dan aspirin.

Penyebab tinnitus berat
  1. Tumor. Seseorang yang memiliki tumor pada bagian leher atau kepala akan cenderung lebih mudah mengalami telinga berdengung. Hal ini disebabkan karena pembuluh darah mengalami tekanan atau jepitan.
  2. Hipertensi. Menerapkan pola hidup yang sehat, mengelola stress agar tidak berlebihan, mulai mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang serta rendah lemak dapat membantu mengurangi risiko mengalami telinga berdengung. Orang yang memiliki penyakit darah tinggi akan lebih mudah mendengar dengingan pada telinga.
  3. Penyempitas pembuluh darah. Tingginya kadar kolesterol pada tubuh, bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah khususnya pada bagian telinga. Dalam dunia kedokteran, kondisi ini dikenal dengan istilah aterosklerosis. Berolahrga rutin dan mengkonsumsi makan sehat dapat membantu untuk menurunkan kadar kolesterol kamu secara perlahan.
  4. Masalah pada koklea. Salah satu masalah pada koklea atau juga dikenal sebagai rumah siput yaitu dapat mengalami suatu tekanan. Akibatnya dapat menyebabkan beberapa masalah. Salah satunya yaitu tinnitus.
  5. Tumor neuroma akustik. Tumor ini termasuk jenis tumor jinak yang menyerang bagian saraf kranial.

Cara Mudah dan Alami Mengatasi Tinnitus

  1. Manajemen stress. Mengelola pikiran agar tetap fresh dan tidak stress merupakan salah satu cara untuk mengatasi tinnitus. Jika kamu termasuk orang yang setiap harinya penuh kesibukan, cobalah untuk meluangkan waktu kamu sebentar untuk melakukan relaksasi ataupun olahraga ringan seperti yoga, meditasi, atau jogging.
  2. Hindari pemicu tinnitus. Hindari hal-hal yang bisa memicu tinnitus kembali muncul atau bahkan menjadi lebih parah seperti mendengarkan musik dengan desibel tinggi.
  3. Hindari alkohol, kafein dan nikotin. Mengurangi kebiasaan buruk seperti mengkonsumsi minuman beralkohol, kafein, dan nikotin diketahui dapat mengurangi risiko semakin buruknya tinnitus yang dialami seseorang.
  4. Mendengar musik dengan desibel rendah. Untuk menyamarkan suara tinnitus, kamu bisa mencoba untuk mendengarkan alunan musik dengan volume rendah.


EmoticonEmoticon