Kamis, 24 Agustus 2017

Mengenal Fase dan Siklus Menstruasi Pada Wanita

Tags

Menstruasi atau dikenal juga dengan istilah haid merupakan suatu perubahan fisiologis pada seorang wanita yang telah dewasa. Menstruasi akan terjadi secara berkala atau berulang setiap bulannya. Proses terjadinya menstruasi dipengaruhi oleh dua hormon, yaitu hormon progesteron dan hormon estrogen.

Menstruasi pertama kali akan dialami wanita saat memasuki usia pubertas, yaitu sekitar umur 11 hingga 16 tahun. Perubahan fisiologis pada wanita ini tidak terjadi selama-lamanya. Ada tahap atau masa yang dikenal dengan istilah menopause, yaitu tahap dimana menstruasi sudah berhenti.

Proses menstruasi dapat terjadi dikarenakan sel telur pada organ wanita tidak dibuahi. Hal ini menyebabkan endometrium atau lebih dikenal dengan lapisan dinding rahim menjadi menebal dan menjadi luruh. Jika waktu lapisan dinding rahim untuk luruh telah tiba, maka akan mengeluarkan darah melalui saluran reproduksi wanita.

Setiap bulannya wanita akan mengalami 4 fase dan siklus menstruasi yang dapat mempengaruhi keadaan fisik dan emosional. Namun sayangnya, tidak banyak wanita yang tahu tentang informasi ini. Padahal jika kamu memahami tentang ini, maka kamu bisa mempersiapkan segala sesuatunya dan tahu apakah tahap yang sedang kamu lalui tergolong normal atau tidak.

Siklus Menstruasi


Siklus Menstruasi
Siklus Menstruasi

Menstruasi pada wanita normal biasanya memiliki siklus yang berbeda-beda yaitu antara 21 hingga 35 hari. Namun apabila dirata-rata, maka siklus menstruasi kebanyakan wanita adalah sekitar 28 hari. 

Untuk dapat menghitung siklus haid atau menstruasi, kamu harus terlebih dahulu mengetahui apakah menstruasi kamu teratur atau tidak. Jika kamu mengalami menstruasi tidak teratur, maka kamu bisa menghitung siklus menstruasi minimal selama 3 bulan.

Ciri-ciri siklus menstruasi normal :
  1. Siklus haid pada wanita memang berbeda-beda. Akan tetapi normalnya rentang siklus haid adalah antara 21 sampai 35 hari.
  2. Normal atau tidaknya haid bisa dilihat dari jumlah darah haid yang dikeluarkan. Pada haid wanita normal akan mengeluarkan darah sekitar 10 hingga 80 ml perharinya.
  3. Warna darah haid yang normal yaitu berwarna terang atau ada pula yang berwarna kecoklatan.
  4. Tidak terdapat gumpalan pada darah haid.

Ciri-ciri menstruasi tidak normal / bermasalah :
  1. Haid terjadi dengan siklus lebih dari 35 hari
  2. Lamanya menstruasi lebih dari 10 hari
  3. Darah yang keluar terlalu banyak dan menyebabkan lemas
  4. Saat menstruasi merasa nyeri terutama pada bagian perut bawah
  5. Mengalami spotting

Penyebab siklus menstruasi tidak normal :
  • Keadaan hormon tidak seimbang
  • Stress
  • Penggunaan KB
  • Diet yang terlalu ketat
  • Kelelahan
  • Olahraga berat
  • Gangguan pada indung telur
  • Tumor

Cara menghitung siklus menstruasi :
  1. Tandai tanggal yang merupakan hari pertama kamu datang bulan selama 3 bulan berturut-turut.
  2. Hitung rentang waktu haid dari hari pertama bulan pertama ke hari pertama bulan kedua dan seterusnya minimal hingga bulan ke-3.
  3. Jika rata-rata siklus menstruasi masih diantara 21 hingga 35 hari, maka masih dikatakan normal.
Jika setelah dihitung dan ternyata kamu memiliki menstruasi yang tidak teratur lebih dari 3 siklus, maka sebaiknya kamu segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

4 Fase Menstruasi


Fase Menstruasi
Fase Menstruasi

Menstruasi pada wanita dibagi menjadi dalam empat fase, antara lain :
  1. Fase menstruasi
  2. Fase folikular
  3. Fase ovulasi
  4. Fase luteal

1. Fase menstruasi
Fase ini merupakan fase dimana keluarnya darah haid dari organ intim wanita. Fase ini dikatakan normal apabila terjadi sampai pada hari kelima hingga hari ketujuh.

Pada fase ini wanita akan cenderung mengalami penurunan kondisi fisik yang lebih jika dibandingkan dengan ketiga fase lainnya. Memasuki fase menstruasi akan membuat tubuh menjadi terasa lemas.

Untuk mengatasi fase ini, tidak dianjurkan menghabiskan waktu sepenuhnya untuk beristirahat dan berdiam diri. Akan tetapi diselingi dengan melakukan gerakan-gerakan sederhana ataupun melakukan aktivitas ringan lainnya. Jangan lupa untuk mencukupi kebutuhan tubuh dengan meminum air putih minimal 8 gelas sehari dan makan makanan bergizi.

Yang terjadi selama fase menstruasi :
  • Menurunnya hormon progesteron
  • Keluarnya darah haid sebanyak 10 hingga 80 ml

2. Fase folikular

Fase yang terjadi selama hari pertama hingga hari ketiga belas. Pada fase folikular terjadi peristiwa pelepasan hormon Follicle Stimulating Hormone (FSH) oleh kelenjar pituitari atau hipofisia. Hormon ini berperan membuat folikel pada ovarium menjadi matang.

Pada fase ini, hormon estrogen dan testosteron yang pada fase sebelumnya menurun. Kini perlahan mulai meningkat kembali. Hal membuat wanita menjadi lebih berenergi, menambah gairah, dan nafsu makan meningkat.

3. Fase ovulasi
Fase ini terjadi pada hari ke-14. Hormon luteinizing pada sel telur wanita yang telah matang dilepaskan ke tuba fallopi. Hormon LH akan bertahan selama kurang lebih 12 hingga 24 jam.

Difase ini pula hormon estrogen dan testosteron berada ditingkat yang paling tinggi. Hal berefek meningkatnya percaya diri dan gairah untuk melakukan hubungan.

4. Fase luteal
Fase terakhir yang terjadi pada hari kelima belas hingga siklus menstruasi terakhir. Pada fase ini bekas folikel yang telah ditinggalkan sel telur akan membentuk korpus luteum yang menghasilkan hormon progesteron.

Difase yang terakhir ini, kondisi emosional menjadi lebih stabil dan pada beberapa wanita akan mulai merasakan gejala-gejala akan datang menstruasi selanjutnya.


EmoticonEmoticon